JAKARTA, iNews.id - Para astronom untuk pertama kalinya mendeteksi dan mengukur massa lubang hitam atau black hole bermassa bintang yang terisolasi. Temuan ini ditulis dalam studi baru.
Penelitian sebelumnya menunjukkan saat bintang raksasa lebih dari 20 kali massa mencapai akhir hidup, mereka biasanya mati dalam ledakan bencana yang dikenal sebagai supernova. Inti padat mereka diperkirakan akan runtuh menjadi black hole.
Penulis utama studi Kailash Sahu, seorang astrofisikawan di Institut Sains Teleskop Luar Angkasa di Baltimore mengatakan bintang yang cukup besar untuk membuat lubang hitam diperkirakan membentuk sekitar satu dari seribu bintang, menunjukkan di Bima Sakti, seharusnya ada sekitar 100 juta lubang hitam bermassa bintang.
Sampai saat ini, semua black hole bermassa bintang yang terdeteksi telah ada dalam sistem biner dengan mitra seperti bintang neutron. Sebaliknya, sebagian besar lubang hitam bermassa bintang di Bima Sakti seharusnya tunggal, kata Sahu.
Namun, kata Sahu, tidak ada yang pernah bisa menemukan lubang hitam yang terisolasi. Seperti namanya, black hole menyerap cahaya apa pun yang jatuh ke dalamnya, membuatnya sulit untuk dideteksi di ruang gelap, sebagaimana dikutip dari Space.