JAKARTA, iNews.id – Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) mengungkapkan hasil riset “Persepsi Jurnalis Melihat Perkembangan AI Saat Ini”. Mayoritas jurnalis menilai Artificial Intelligence (AI) memudahkan pekerjaan mereka. Namun, sebagian besar tidak sepakat AI dapat menggantikan peran jurnalis.
Wakil Ketua Umum IJTI, Wahyu Triyogo menjelaskan, riset dilakukan terhadap 53 jurnalis senior dan enam narasumber inti yang merupakan pemangku kebijakan di lima televisi nasional. Mayoritas responden menjawab “iya” saat ditanya apakah AI meningkatkan efisiensi dan efektivitas pekerjaan.
“Kita mencari tahu keyakinan jurnalis bahwa penggunaan AI meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja. Mayoritas responden menjawab, ya bahwa AI bisa membuat kerja jurnalis lebih efektif,” ujar Wahyu di Hall Dewan Pers, Jakarta, Jumat (27/2/2026).
Namun, ketika ditanya apakah AI bisa menggantikan posisi jurnalis, mayoritas responden menjawab tidak. Peran jurnalis dalam mencari fakta di lapangan dan melakukan verifikasi tetap tidak tergantikan.
“Menurut Anda apakah AI bisa menggantikan kerja jurnalis? Nah ini yang menarik mayoritas menjawab tidak. Dan fakta memang sampai dengan hari ini untuk pekerjaan jurnalis terutama terkait mencari liputan di lapangan, melakukan proses liputan fakta di lapangan, itu hanya jurnalis yang bisa melakukan,” kata Wahyu.