JAKARTA, iNews.id - OnlyFans diduga penyalahgunaan basis data internet demi dominasi pasar. Hal ini bermula ketika sejumlah model dewasa melaporkan Meta, perusahaan induk Facebook dan Instagram ke pengadilan federal California, Amerika Serikat.
Mereka menuduh tiga pejabat penting di Meta, Nick Clegg, VP Nicola Mendelsohn, dan Cristian Perrella menerima suap dari OnlyFans. Suap tersebut merupakan imbalan agar OnlyFans dapat dengan mudah menggeser kompetitor di media sosial.
Lantas, apa yang dilakukan Meta untuk memperkuat posisi OnlyFans di media sosial? Dan apa yang dituntut oleh beberapa model dewasa terhadap Meta atas tuduhan tersebut? Simak ulasannya berikut ini.
Dilansir dari situs Gizmodo, Senin (17/10/2022), tiga penggugat, Dawn Dangaard, Kelly Gilbert, dan Jennifer Allbaugh telah mengetahui adanya persekongkolan antara OnlyFans dan beberapa pejabat eksekutif di Meta. Tujuan dari persekongkolan tersebut adalah untuk membatasi lalu lintas kompetitor di internet.
OnlyFans berusaha menyembunyikan situs kompetitor di media sosial dengan AI. meta juga disebut telah menempatkan seluruh situs konten dewasa. Kecuali OnlyFans di database malware, phishing, kekerasan, hingga terorisme.