Untuk mengenal lebih jauh tentang Metaverse, dosen Teknik Informatika Universitas Pasundan, Sandhika Galih mencoba mengurai beberapa poin yang akan menjadi komponen utama dunia digital tersebut.
Poin pertama adalah koneksi internet yang cepat. Internet yang cepat pasti akan menunjang aktifitas di Metaverse sebagai dunia virtual yang bertumpu pada jaringan. Dunia saat ini telah mempersiapkan jaringan 5G yang bisa digunakan secara universal dalam waktu mendatang.
Poin yang kedua adalah virtual reality (VR). Teknologi yang satu ini merupakan gabungan perangkat lunak dan perangkat keras yang bisa membawa seseorang masuk ke dunia 3 dimensi Metaverse.
Facebook telah telah memulai langkahnya dengan membuat produk Oculus, sebuah peranti layar untuk menampilkan realitas virtual yang membuat pengguna dapat merasakan sensasi dunia virtual seperti nyata.
Berikutnya adalah augmented reality (AR). Sebagai contoh nyata, teknologi AR banyak diaplikasikan dan dijumpai pada fitur filter di Instagram, TikTok, SnapChat, maupun aplikasi lainnya. Facebook juga sudah mempunyai ancang-ancang dengan teknologi AR, yaitu Spark AR Studio.