Mantan Eksekutif Twitter Curhat soal Elon Musk: Dia Kurang Memiliki Empati 

Dini Listiyani
Mantan Eksekutif Twitter Curhat soal Elon Musk (Foto: Esther/Twitter)

Untuk mengatasinya, Musk menggunakan taktik untuk mendorong beberapa staf pergi. Esther pun juga menyanjung kemampuan Musk mengelola penggemarnya. 

"Musk pandai memupuk penggemar fanatik. Penggemar fanatik ini akan dengan teguh mendukung semua yang dikatakan Musk, dan Musk juga mendapatkan kepercayaan dari penggemar ini," ujarnya sebagaimana dikutip dari Giz China. 

Untuk diketahui, Esther adalah segelintir karyawan Twitter yang diberhentikan Musk. Dia mantan petinggi Twitter dan pernah viral akibat tidur di kantor. 

Dia menyebut dirinya "sleeping in ex-product @Twitter." Karena dia termasuk petinggi, dia memiliki akses ke informasi yang tidak dimiliki sebagian besar mantan staf. 

Editor : Dini Listiyani
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Tak Hanya Elon Musk, Kekayaan Pangeran Saudi Ikut Melonjak Berkat IPO SpaceX

57 tahun lalu

Sosok Elon Musk, Triliuner Pertama di Dunia Berkat IPO SpaceX

57 tahun lalu

SpaceX Pecahkan Rekor IPO Terbesar Sepanjang Sejarah, Raup Dana Rp1.335 Triliun

57 tahun lalu

Elon Musk Selangkah Lagi Jadi Triliuner Pertama di Dunia Lewat IPO SpaceX

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal