JAKARTA, iNews.id – Gelombang gugatan besar menghantam Meta. Lebih dari 1.600 pihak, termasuk ratusan keluarga dan distrik sekolah di Amerika Serikat, menyeret perusahaan induk Instagram itu ke meja hijau. Mereka menuding platform media sosial tersebut berkontribusi terhadap kerusakan kesehatan mental anak-anak dan remaja.
Kasus ini mulai disidangkan di Pengadilan Tinggi Wilayah Los Angeles dan menjadi yang pertama dari serangkaian gugatan gabungan yang diajukan terhadap perusahaan-perusahaan media sosial besar.
Dari total penggugat, lebih dari 350 keluarga dan lebih dari 250 distrik sekolah ikut serta dalam gugatan. Mereka menilai Instagram dirancang dengan fitur-fitur yang mendorong kecanduan, sehingga berdampak negatif pada kondisi psikologis pengguna usia muda.
CEO Meta, Mark Zuckerberg, hadir memberikan kesaksian dan membantah tuduhan tersebut. Dia menegaskan bahwa Instagram tidak pernah dirancang untuk anak-anak di bawah 13 tahun.
"Saya fokus membangun komunitas yang berkelanjutan," katanya saat ditanya apakah Meta sengaja membuat platform yang membuat orang kecanduan.
Zuckerberg juga membantah anggapan bahwa perusahaannya mengejar durasi penggunaan demi keuntungan jangka pendek.
"Jika Anda melakukan sesuatu yang tidak baik bagi orang-orang, mungkin mereka akan menghabiskan lebih banyak waktu (di Instagram) dalam jangka pendek, tetapi jika mereka tidak senang dengan itu, mereka tidak akan menggunakannya dalam jangka panjang," ungkapnya.
"Saya tidak mencoba memaksimalkan jumlah waktu yang dihabiskan orang setiap bulan,” tambahnya.