JAKARTA, iNews.id – Suasana Pengadilan Tinggi Wilayah Los Angeles memanas ketika CEO Meta, Mark Zuckerberg, berdiri memberikan kesaksian. Di hadapan hakim dan para penggugat, dia menegaskan satu hal yang menjadi sorotan utama: Instagram tidak pernah dibuat untuk anak-anak.
Pernyataan itu menjadi bantahan keras atas tudingan bahwa platform media sosial tersebut secara sengaja dirancang untuk membuat anak-anak kecanduan dan merusak kesehatan mental mereka.
Zuckerberg menghadapi gugatan besar yang menuduh Meta, bersama perusahaan di balik Instagram, YouTube, TikTok, dan Snapchat, menciptakan sistem yang adiktif demi keuntungan. Lebih dari 1.600 penggugat terlibat dalam kasus gabungan ini, termasuk ratusan keluarga dan distrik sekolah di Amerika Serikat.
Dalam kesaksiannya, Zuckerberg membantah tudingan bahwa Meta sengaja memaksimalkan waktu penggunaan demi profit.
"Saya fokus membangun komunitas yang berkelanjutan," katanya ketika ditanya apakah Meta ingin orang-orang kecanduan platformnya, dikutip dari Anadolu Ajansi, Kamis (19/2/2026).
Dia juga menekankan bahwa strategi perusahaan bukan untuk membuat pengguna terpaku dalam jangka pendek.