Hindari Tabrakan dengan Sampah Antariksa, Satelit ESA Bermanuver 

Dini Listiyani
Hindari Tabrakan dengan Sampah Antariksa, Satelit ESA Bermanuver  (Foto: ESA)

Tapi, ketika sepotong puing terlihat pada 30 Juni menuju ke salah satu satelit Swarm ESA yang meneliti medan magnet Bumi, dampaknya diperkirakan akan terjadi dalam beberapa jam.

“Kantor Puing-puing Luar Angkasa ESA menganalisis data dari Jaringan Pengawasan Luar Angkasa A.S. dan meningkatkan peringatan potensi tabrakan ke tim Kontrol Penerbangan dan Dinamika Penerbangan ESA, biasanya lebih dari 24 jam sebelum potongan puing mendekati satelit. Dalam hal ini, kami hanya mendapat pemberitahuan delapan jam," tulis ESA. 

ESA harus menarik semua pemberhentian untuk membersihkan satelit dari jalur puing-puing, karena melakukan manuver semacam itu membutuhkan banyak perencanaan, sebagaimana dikutip dari Digital Trends. 

Operator harus memastikan bahwa orbit baru satelit tidak akan terlalu dekat dengan satelit atau puing-puing lain, dan mereka juga harus memiliki rencana bagaimana mengembalikan satelit ke orbit aslinya setelah bahaya berlalu.

Editor : Dini Listiyani
Artikel Terkait
13 hari lalu

BRIN Siapkan Bandar Antariksa Nasional, Biak Dipilih Jadi Lokasi Paling Strategis

13 hari lalu

NEO-1, Satelit Observasi Bumi Buatan BRIN yang Siap Meluncur 2027

13 hari lalu

BRIN Luncurkan Satelit NEO-1 Januari 2027, Seluruh Perakitan Dilakukan di Indonesia

13 hari lalu

BRIN bakal Luncurkan Satelit Mikro Buatan Dalam Negeri Awal 2027, Ini Fungsinya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal