Hadapi Perang Teknologi Digital, Indonesia Butuh Pasukan Khusus Siber

Dani M Dahwilani
Gubernur Lemhannas Andi Widjajanto mengungkapkan menghadapi perang siber Indonesia membutuhan pasukan khusus siber. (Foto: iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Serangan siber menjadi ancaman menakutkan di tengah kemajuan teknologi digital. Teknologi siber telah mengalami lompatan revolusioner sehingga mendisrupsi doktrin militer dan tata cara perang. 

Kondisi ini membuat adopsi siber menjadi prioritas dalam pembangunan kekuatan militer Indonesia. Pembentukan matra siber perlu dipertimbangkan agar pembangunan kapasitas siber lebih holistik dan integratif guna menghadapi berbagai ancaman dari luar.

Hal tersebut diungkapkan Gubernur Lemhannas Andi Widjajanto dalam Seminar Nasional PPRA LXV Lemhannas bertajuk Konektivitas Digital ASEAN untuk memperkuat Epicentrum of Growth di Jakarta, Selasa (22/8/2023).

"Perkembangan teknologi dan perluasan spektrum ancaman telah meningkatkan kebutuhan pasukan khusus untuk menghadapi ancaman siber. Dalam dekade terakhir, terpantau banyak negara mendirikan satuan siber dengan berbagai pendekatan," ujarnya. 

Andi memaparkan secara organisasi, terdapat negara yang menjadikan satuan siber sebagai bagian dari struktur yang ada, serta ada juga yang memilih mendirikan matra mandiri. 

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Bikin Website Makin Mudah dengan AI, tapi Waspada Risiko Serangan Siber!

57 tahun lalu

Telkom Gelar Forum Kedaulatan Digital Nasional, Bangun Cetak Biru Kedaulatan Digital

57 tahun lalu

Indonesia Akselerasi Ekosistem Data Center, AI dan Keamanan Siber

57 tahun lalu

Masuki Ekosistem XLSMART, Defend IT360 Luncurkan Logo Terbaru

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal