Menurutnya, ancaman siber kini berkembang seiring kemajuan AI. Teknologi yang semula dirancang untuk meningkatkan produktivitas juga dapat dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk melancarkan serangan yang lebih efektif dan sulit dideteksi.
Berbagai modus seperti phishing otomatis, pembuatan konten palsu berbasis deepfake, hingga eksploitasi celah keamanan dengan bantuan AI mulai menjadi perhatian industri digital. Kondisi tersebut membuat pemilik website tidak cukup hanya fokus pada desain dan performa situs.
"Kita juga harus waspada bahwa AI kini justru lebih menguntungkan para penyerang dibanding para pembela," katanya.
Karena itu, perusahaan dan pengelola website perlu memperkuat sistem keamanan, melakukan audit secara berkala, serta memastikan kepatuhan terhadap regulasi perlindungan data. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kepercayaan pengguna di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap keamanan informasi digital.
Selain keamanan, perkembangan AI juga mengubah cara website ditemukan oleh pengguna. Jika sebelumnya strategi optimasi hanya berfokus pada mesin pencari, kini website juga harus mampu dipahami dan direkomendasikan oleh sistem AI generatif.