SAPA UMKM tidak hanya mengintegrasikan berbagai sumber data UMKM, tetapi juga menghubungkan beragam layanan pemberdayaan yang selama ini tersebar di berbagai kementerian, lembaga, pemerintah daerah, hingga pemangku kepentingan lainnya.
Menteri Maman mengibaratkan SAPA UMKM seperti “gula dan semut”. Pemerintah, kata dia, harus menjadi pusat layanan yang mampu menarik para pelaku UMKM untuk berkumpul dan terhubung dalam satu ekosistem terpadu.
Selama ini, pemerintah dinilai terlalu fokus mendatangi pelaku UMKM satu per satu yang tersebar di berbagai daerah dan sektor usaha, padahal jumlah UMKM di Indonesia mencapai puluhan juta unit usaha.
“Oleh karena itu, kami mengubah pendekatan layanan melalui pembangunan SAPA UMKM yang akan menjadi pusat berbagai kebutuhan pengusaha UMKM,” katanya.
Lebih lanjut, Menteri Maman menjelaskan SAPA UMKM akan memperkuat berbagai aspek pengembangan usaha, mulai dari pengelolaan data, akses pembiayaan dan insentif, pemasaran dan kolaborasi, hingga penguatan rantai pasok, kemitraan, serta layanan one stop service.