Pavel Durov, Pendiri Telegram yang Dimusuhi Rusia hingga Diusir dari Negaranya

Inas Rifqia Lainufar
Pavel Durov, Kisah Hidup Pendiri Telegram Yang sempat ditakuti Pemerintah Rusia (Foto: Wikipedia)

Karenanya, Pavel Durov menjadi sasaran kampanye kotor media dan dituduh menyalahgunakan dana perusahaan. Tak hanya itu, rumah Durov dan kantor VK sempat diobrak-abrik oleh penegak hukum.

Hingga pada akhir 2013, Durov menjual sahamnya di perusahaan dan mengundurkan diri sebagai CEO. Dia juga meninggalkan Rusia tak lama setelah peristiwa itu. 

Pavel Durov mendirikan Telegram

Namun sebelum meninggalkan Rusia, Pavel Durov sempat mengembangkan Telegram yang dikenal sebagai Telegra.ph. Berbeda dengan VK, Telegram dibuat lebih besar hingga pengguna dari seluruh negara di dunia bisa menggunakannya. 

Bertekad untuk menjaga Telegram tetap independen dari pengaruh perusahaan manapun dan pemerintah, Pavel Durov mendanai usahanya itu dari kantongnya sendiri dengan menjual obligasi. Untuk waktu yang lama, dia menolak mendapatkan penghasilan dari iklan.

Pavel Durov telah berulang kali menekankan bahwa aplikasinya tidak mengawasi obrolan pribadi pengguna seperti aplikasi perpesanan lainnya. Ia juga menolak untuk mematuhi permintaan pemerintah yang ingin memantau informasi tentang pengguna. 

Meskipun unggul dalam hal privasi, Telegram pernah dikritik karena sempat menjadi aplikasi pilihan bagi teroris. Menanggapi kritik tersebut, Pavel Durov memblokir halaman saluran ISIS hingga kelompok sayap kanan Amerika. 

Setelah melewati berbagai rintangan, Telegram kini menjadi aplikasi perpesanan yang sangat populer di seluruh dunia. Menurut laporan Forbes 2022, Telegram bahkan menempati posisi ke-6 sebagai aplikasi paling banyak diunduh di dunia.

Editor : Komaruddin Bagja
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Profil dan Biodata Pavel Durov: Bos Telegram yang Wariskan 14 Miliar Dolar AS ke 100 Anak Biologisnya

57 tahun lalu

Benarkah Perempuan Cantik Ini Agen Mossad yang Sengaja Jebak Bos Telegram Pavel Durov?

57 tahun lalu

Sindir Prancis, Rusia: Kami Punya Masalah dengan Telegram tapi Tak Pernah Tangkap Bosnya

57 tahun lalu

Pavel Durov Didakwa Izinkan Aktivitas Kriminal di Telegram, Bayar Jaminan Rp86 Miliar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal