Mitos atau Fakta Radiasi Bluetooth TWS Sangat Berbahaya

Niko Prayoga
Sebagian anak muda mulai meninggalkan TWS karena khawatir terhadap isu radiasi bluetooth. (Foto: Ilustrasi AI)

“Terbesar di Asia Tenggara dan cuma 17 persen yang dikelola dengan benar. Sisanya dibakar atau dibuang. Padahal sampah elektronik tadi mengandung timbal dan merkuri yang justru terbukti jauh lebih berbahaya dibanding gelombang bluetooth,” ujarnya.

Dia pun mengimbau masyarakat yang sudah tidak menggunakan TWS agar tidak membuangnya ke tempat sampah rumah tangga. Perangkat elektronik bekas sebaiknya dikumpulkan dan diserahkan ke tempat pengelolaan sampah elektronik.

“Jangan buang TWS lama ke tempat sampah biasa. Kumpulin satu wadah sekalian HP mati dan kabel rusak. Lalu antar ke dropbox e-waste terdekat. Dinas Lingkungan Hidup DKI udah nyediain titik di halte TransJakarta sampai stasiun KRL, bahkan ada jemput gratisnya,” kata Bang Sap.

Dia menilai keputusan hidup ramah lingkungan bukan berarti harus menghindari teknologi, melainkan memahami bagaimana mengelola barang elektronik setelah masa pakainya berakhir.

“Jadi yang bikin keputusanmu bener atau enggak bukan ketakutan radiasi yang belum pasti, tapi juga kemana perginya TWS yang enggak mau kamu tinggalin. Percuma takut radiasi kalau yang lama malah numpuk di laci terus dibuang sembarangan,” ujarnya.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
2 hari lalu

Bukan Radiasi Bluetooth, Ini Bahaya Tersembunyi TWS yang Jarang Disadari

12 bulan lalu

TWS Sennheiser Accentum Open Rilis di Indonesia, Intip Spesifikasinya

2 tahun lalu

Cara Kirim Aplikasi Lewat Bluetooth di HP Android

2 tahun lalu

Fitur Peredam Bising Ditingkatkan, TWS Huawei FreeBuds 6i Dibekali Intelligent Dynamic ANC 3.0 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal