Dia dikenal memiliki kecepatan tinggi, kemampuan dribel kuat, serta fleksibilitas bermain di kedua sisi sayap. Hal itu membuatnya cocok untuk sistem permainan Liverpool di era baru.
Barcola masih memiliki sisa dua tahun kontrak bersama PSG. Situasi ini membuka peluang negosiasi, terlebih jika persaingan di lini serang PSG semakin ketat dengan kehadiran nama-nama besar seperti Ousmane Dembele, Desire Doue, hingga Khvicha Kvaratskhelia.
Di bawah pelatih baru, Andoni Iraola, Liverpool membutuhkan winger yang siap langsung berkontribusi namun tetap memiliki potensi jangka panjang. Barcola dianggap masuk dalam profil tersebut.
Kini, kegagalan mendekati Yan Diomande justru membuka arah baru bagi Liverpool. Barcola muncul sebagai solusi realistis untuk mengisi kekosongan besar yang ditinggalkan Mohamed Salah dalam jangka panjang.