Untuk mengatasi itu, Ginting intens berdiskusi dengan pelatih Indra Wijaya, membahas berbagai aspek, mulai dari teknik hingga kesiapan non-teknis, seperti ritme pertandingan dan mood lapangan. Pendekatan ini penting demi membangkitkan kembali "suara lapangan" yang memotivasi.
Comeback Ginting bukan semata soal tampil, tetapi soal mentalkan kembali suasana kompetisi. Ia mengaku harus menghadirkan sesuatu yang mendongkrak percaya dirinya.
“Saya harus membawa balik suasana pertandingan, tegangnya, keinginan mau menang… diingat-ingat lagi pertandingan terakhir seperti apa,” tuturnya.
Langkah pertama yang berat telah menanti: di babak pertama, Ginting akan menghadapi unggulan tuan rumah, Kodai Naraoka, yang duduk sebagai seeded tujuh Japan Open 2025. Ini bukan sekadar uji fisik, tapi juga ujian mental karena Naraoka punya dukungan penuh dari penonton lokal.
Keduanya pernah bertemu sebelumnya, tetapi momentum kali ini berbeda—Ginting ingin membuktikan bahwa ia kembali dengan kekuatan penuh setelah jeda panjang. Kemenangan dini bakal menegaskan ia sudah kembali ke arus utama kompetisi bulu tangkis dunia.
Kesadaran Ginting soal rasa kagok dan kekakuan mental sesudah cedera membuat publisitas comeback-nya jadi cerita menarik. Banyak penggemar berharap melihat ia menemukan kembali performa terbaiknya, bahkan melampaui pencapaiannya sebelum cedera.
Kembalinya Ginting juga menjadi inspirasi untuk atlet lain yang sedang menanti comeback. Bahwa proses pemulihan bukan hanya soal latihan fisik, tapi juga soal stabilisasi mental dan adaptasi kondisi turnamen elite.