“Di mana pembinaan kita ini belum mengarah kepada pembinaan sepak bola yang bukan cuma sekadar menendang dan menyundul bola. Bagaimana membangun attitude, sikap, dan juga tingkah laku di lapangan yang seharusnya juga menjadi bagian dari pembinaan sepak bola Indonesia,” jelasnya.
Selain itu, dia juga menyoroti kepemimpinan wasit dalam laga tersebut. Keputusan yang diambil dinilai turut memperkeruh suasana di lapangan.
“Ini akan menjadi problem besar kita di tengah juga, misalnya, kecurigaan-kecurigaan terhadap kepemimpinan wasit dan sebagainya. Jadi menurut saya, ini tidak serta-merta kesalahan pemain,” ucapnya.
Akmal mengingatkan publik agar tidak langsung menghakimi pemain secara berlebihan. Dia menilai hal tersebut dapat berdampak buruk bagi perkembangan pemain muda.
“Misalnya, kita sejauh ini menghakimi luar biasa Alberto Fadly Hengga yang pada akhirnya kita membunuh karakter anak tersebut dengan perilaku kita mengecam habis-habisan,” tegasnya.