Viral Tendangan Kungfu di EPA U-20, SOS Sebut Bukti Lemahnya Pembinaan Sepak Bola

Andri Bagus Syaeful
Fadly Alberto Hengga. (Foto: IG @albrtoo_10)

“Di mana pembinaan kita ini belum mengarah kepada pembinaan sepak bola yang bukan cuma sekadar menendang dan menyundul bola. Bagaimana membangun attitude, sikap, dan juga tingkah laku di lapangan yang seharusnya juga menjadi bagian dari pembinaan sepak bola Indonesia,” jelasnya.

Selain itu, dia juga menyoroti kepemimpinan wasit dalam laga tersebut. Keputusan yang diambil dinilai turut memperkeruh suasana di lapangan.

“Ini akan menjadi problem besar kita di tengah juga, misalnya, kecurigaan-kecurigaan terhadap kepemimpinan wasit dan sebagainya. Jadi menurut saya, ini tidak serta-merta kesalahan pemain,” ucapnya.


Soroti Evaluasi dan Mediasi

Akmal mengingatkan publik agar tidak langsung menghakimi pemain secara berlebihan. Dia menilai hal tersebut dapat berdampak buruk bagi perkembangan pemain muda.

“Misalnya, kita sejauh ini menghakimi luar biasa Alberto Fadly Hengga yang pada akhirnya kita membunuh karakter anak tersebut dengan perilaku kita mengecam habis-habisan,” tegasnya.

Editor : Abdul Haris
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Tim Senior Gagal Juara, Persija U-20 Angkat Trofi EPA Super League

57 tahun lalu

Sumsel United U-19 Cetak Sejarah! Juara Perdana EPA Championship usai Final Dramatis

57 tahun lalu

Fadly Alberto Dihukum 3 Tahun Gegara Tendangan Kungfu, Bhayangkara FC Naik Banding

57 tahun lalu

Kasus Tendangan Kungfu Bikin Geger, Fadly Alberto Masih Berpeluang Dipanggil Timnas U-20

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal