Selain memperbaiki aspek teknis, Malaysia juga akan memperkuat pengelolaan pemain dan pembiayaan agar sistem pembinaan berjalan lebih efektif.
“Kami akan memperkuat daya saing internasional melalui pelatihan, teknologi, serta manajemen sumber daya yang efisien,” tegas Hannah.
Ambisi besar Malaysia ini menjadi langkah nyata untuk keluar dari bayang-bayang sepak bola Asia Tenggara dan menjadi salah satu kekuatan baru di kawasan. Dengan struktur pembinaan yang berkelanjutan dan dukungan pemerintah, FAM optimistis target menuju Piala Dunia 2030 bukan sekadar mimpi.