TEHERAN, iNews.id – Iran menghadapi potensi kehilangan sekitar Rp176 miliar jika memutuskan boikot Piala Dunia 2026. Ancaman kerugian finansial ini muncul di tengah eskalasi konflik besar yang mengguncang kawasan Timur Tengah.
Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer besar terhadap Iran pada Sabtu dini hari setelah pembicaraan terkait program nuklir negara Teluk tersebut menemui jalan buntu. Situasi memburuk pada Sabtu malam ketika Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan tewas akibat serangan udara di kantornya di Teheran.
Iran kemudian meluncurkan serangan balasan ke pangkalan militer Amerika Serikat dan Israel di wilayah barat Timur Tengah. Banyak serangan berhasil dicegat, namun dampaknya memicu penutupan wilayah udara di sejumlah negara dan membuat banyak warga terlantar.
Serangan terus berlangsung di ibu kota Teheran dan sejumlah wilayah lain. Hingga berita ini ditulis, lebih dari 700 warga sipil dilaporkan tewas akibat rangkaian serangan tersebut.
Di tengah situasi panas tersebut, Iran dijadwalkan berangkat ke Amerika Serikat dalam tiga bulan ke depan untuk mengikuti Piala Dunia 2026 yang digelar bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Tim asuhan Amir Ghalenoei tergabung di Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru.