“Kami tidak tahu mengapa kami dipulangkan, ini sangat aneh. Seperti ada pihak lain yang mengatur semuanya untuk kami,” ujarnya.
Dia juga menyoroti berbagai keterbatasan yang dialami tim sejak awal kedatangan di Amerika Serikat.
“Kami seharusnya tiba dua malam sebelum pertandingan, tetapi tidak diizinkan. Kami juga seharusnya tinggal untuk pemulihan dan kembali keesokan harinya,” ucapnya.
Situasi semakin kompleks karena minimnya kehadiran struktur pendukung resmi tim di lokasi turnamen.
“Saya pikir tim kami adalah yang paling tertekan di seluruh Piala Dunia. Federasi kami tidak ada di sini, media tidak ada di sini, manajemen juga tidak ada di sini,” kata Ghalenoei.
Hingga kini, Iran tetap melanjutkan perjuangan di Grup G Piala Dunia 2026 dengan berbagai keterbatasan yang terus menjadi sorotan publik internasional.