Hasil imbang itu sekaligus mengakhiri peluang Indonesia untuk melaju ke babak berikutnya. Meski tampil disiplin, Garuda Asia tidak mampu mencetak gol yang dibutuhkan.
Kurniawan mengungkapkan alasan utama penggunaan strategi bertahan dalam laga krusial tersebut. Dia memilih pendekatan defensif dengan mengandalkan serangan balik sebagai rencana permainan.
Menurut dia, skema tersebut disiapkan untuk meredam kekuatan Vietnam yang dikenal agresif sejak awal pertandingan.
"Terus sebenarnya kita mengapresiasi apa yang dilakukan, kerja keras pemain, karena memang kita men-setting game plan kita untuk bertahan dan serangan balik," ujarnya.
Namun strategi tersebut tidak berjalan maksimal di lapangan. Transisi dari bertahan ke menyerang dinilai belum efektif dalam menciptakan peluang berbahaya.