Tuchel juga menyoroti dominasi Argentina dalam duel udara. Kondisi tersebut mendorong dia mengubah formasi menjadi lima pemain bertahan untuk menutup ruang di area pertahanan.
“Mereka memenangi setiap duel udara. Mereka terus mengirimkan umpan silang, jadi kami beralih ke lima pemain belakang untuk menutup celah di dalam dan lebih kuat dalam duel udara,” ujarnya.
Meski sudah melakukan perubahan, Inggris tetap gagal meredam serangan Argentina. Tuchel menilai masalah timnya bukan terletak pada struktur permainan, melainkan ketidakmampuan pemain merebut dan mempertahankan bola.
“Sesaat setelah gol kami, bahkan tanpa pergantian pemain, kami membiarkan terlalu banyak umpan silang dan peluang. Jadi, kami mencoba membantu. Kami tidak bisa memenangi bola dan tidak bisa mempertahankan bola, sehingga menurut saya ini bukan masalah struktur. Pertandingan berubah sepenuhnya,” tuturnya.
Inggris selanjutnya menghadapi Prancis dalam pertandingan perebutan peringkat ketiga Piala Dunia 2026. Duel tersebut dijadwalkan berlangsung di Miami Stadium, Minggu (19/7/2026) dini hari WIB.