Belakangan diketahui Solbakken lahir dengan kelainan pada jantung. Dokter kemudian memasang alat pacu jantung untuk menyelamatkan nyawanya. Kondisi tersebut memaksanya mengakhiri karier sebagai pemain sepak bola profesional.
Beberapa tahun setelah kejadian tersebut, Solbakken mengenang pengalaman yang mengubah hidupnya.
"Ya, itu pengalaman yang dramatis, tetapi sebenarnya jauh lebih berat bagi keluarga saya dibandingkan bagi saya sendiri karena saya tidak merasakan apa pun," ujar Solbakken.
"Rasanya seperti lampu tiba-tiba padam. Orang tua saya langsung terbang ke Denmark. Saya diberi tahu saat berada di pesawat ibu saya mulai merencanakan pemakaman saya," tuturnya.
"Awalnya mereka khawatir apakah saya akan selamat, kemudian apakah otak saya mengalami kerusakan. Itulah yang menghantui keluarga saya dan rekan-rekan setim yang melihat saya roboh, meninggal, lalu hidup kembali," ucapnya.