“Ya mau tidak mau harus dicoret,” tegasnya.
Dia menilai tindakan tersebut tidak mencerminkan sikap seorang pemain tim nasional. Kedisiplinan menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan di level tersebut.
Meski keputusan sudah diambil, Sumardji tetap menilai Fadly Alberto sebagai pemain dengan potensi besar. Dia menyebut pemain tersebut sebagai salah satu aset penting di skuad muda Indonesia.
“Berto ini aset. Selama ini di tim tidak pernah macam-macam,” katanya.
Dia juga menyoroti kemungkinan sanksi dari Komisi Disiplin PSSI yang masih menunggu proses sidang. Keputusan tersebut dinilai akan berdampak langsung terhadap masa depan pemain.
“Kalau mau menghentikan kariernya, mudah, beri sanksi berat. Tapi ini pemain potensial dan selama ini masuk tiga besar di Timnas U-20,” ujarnya.
Kasus ini menjadi perhatian serius dalam pembinaan pemain muda. Disiplin di lapangan dinilai menjadi kunci untuk menjaga karier di level profesional.
Keputusan Komdis PSSI kini dinantikan. Sanksi yang dijatuhkan akan menjadi penentu langkah selanjutnya bagi Fadly Alberto.
Insiden ini juga menjadi pengingat bagi pemain muda lain. Setiap tindakan di lapangan memiliki konsekuensi besar, termasuk kehilangan kesempatan membela tim nasional.