Donnarumma awalnya menuduh Vasilj mengambil catatan tersebut. Dia bahkan sempat mencoba merobek daftar miliknya sebagai bentuk pelampiasan emosi.
Namun fakta berbeda kemudian terungkap. Catatan itu ternyata diambil oleh seorang ball boy berusia 14 tahun bernama Afan Cizmic, pemain muda klub Celik.
Anak tersebut mengakui perbuatannya saat diwawancarai media lokal. Dia mengambil catatan yang berada di dekat handuk Donnarumma sebelum adu penalti dimulai.
“Saya melihat ada sesuatu di dekat handuk dan langsung tahu apa itu. Saya mengambilnya dan menyembunyikannya. Di dalamnya ada semua informasi tentang pemain kami, tanpa daftar itu Donnarumma harus mengandalkan insting,” ujarnya.
Tindakan tersebut berdampak besar pada jalannya adu penalti. Tanpa panduan, Donnarumma kehilangan referensi penting dalam membaca arah tendangan lawan.