Keputusan itu bukan hal baru dalam filosofi permainan Amorim. Saat menangani Manchester United, dia juga pernah memainkan Amad Diallo di posisi serupa meski eksperimen tersebut berlangsung pada periode yang kurang berhasil di Old Trafford.
Dengan kemampuan menyerang yang dimiliki Chukwueze, banyak yang memperkirakan dia akan ditempatkan sebagai salah satu gelandang serang di belakang penyerang utama dalam formasi 3-4-2-1. Namun, Amorim memilih memberikan tanggung jawab lebih besar dengan memainkan dia lebih ke belakang.
Chukwueze kembali ke AC Milan setelah menjalani masa peminjaman bersama Fulham pada musim lalu. Selama membela klub Premier League tersebut, dia mencatatkan tiga gol dan empat assist dari 25 pertandingan di semua kompetisi.
Latihan perdana AC Milan juga menghasilkan gol pertama pada pramusim 2026-2027. Gol tersebut dicetak pemain muda Andrej Kostic, yang berhasil mencuri perhatian pada sesi latihan internal Rossoneri.
Eksperimen Amorim terhadap Chukwueze menjadi salah satu sorotan utama pada hari pertama pramusim. Perubahan posisi itu menunjukkan pelatih asal Portugal tersebut mulai membentuk identitas permainan AC Milan sejak awal persiapan menuju musim 2026-2027.