Spalletti Beberkan Strategi, dan Beratnya Tekanan di Laga Debut Bersama Juventus

Abdul Haris
Pelatih baru Juventus, Luciano Spalletti. (Foto: Football Italia)

Juventus Punya Banyak Kekurangan

Penyerang Dusan Vlahovic sebelumnya menyoroti kebiasaan Juventus yang terlalu mundur saat sudah unggul. Spalletti pun sependapat dengan pernyataan itu. “Kami sudah mulai membiarkan mereka menekan di akhir babak pertama, lalu setelah jeda, jadi jelas ada area yang perlu diperbaiki,” katanya.

Pelatih berusia 66 tahun itu menilai masih banyak sektor yang perlu dibenahi. “Ada banyak area yang membutuhkan peningkatan, dan harus segera dilakukan. Potensi beberapa pemain terlihat, saya mempercayai mereka, tetapi level Juventus juga menekan mereka. Kemarin, pemilik klub bertanya apakah saya membutuhkan sesuatu,” lanjutnya.

Spalletti juga menyoroti tingginya ekspektasi di lingkungan Juventus. “Dari luar terlihat luar biasa bahwa Juventus memiliki segalanya, tetapi dari dalam justru lebih mencengangkan. Itu menciptakan tekanan, membuat Anda sadar akan levelnya, dan itu bisa membebani beberapa pemain, jadi mereka butuh waktu,” ujarnya.


Membangun Koneksi dengan Tim

Di sepanjang pertandingan, Spalletti terlihat emosional di pinggir lapangan. Ia bahkan mendapat kartu kuning karena keluar dari area teknis saat memprotes keputusan wasit. Namun, momen itu menunjukkan semangat khas Spalletti yang tak pernah padam.

Ketika ditanya tentang perasaannya kembali ke bangku pelatih di level klub setelah pengalaman singkatnya bersama tim nasional Italia, Spalletti menjawab dengan tegas. 

“Inilah yang selalu saya lakukan. Kami membutuhkan kontak langsung dengan skuad, kami ingin memberikan kebahagiaan kepada mereka yang mencintai tim dan olahraga ini. Anda perlu menciptakan hubungan dengan para pemain, seperti yang selalu saya lakukan, dan saya harap kali ini berhasil, mengingat itu tidak berjalan baik dengan tim nasional,” katanya.

“Melalui persahabatan, pemahaman, dan hubungan itu, seluruh tim bisa tumbuh bersama,” tutupnya.

Juventus akan melanjutkan perjalanannya di Liga Champions 2025/2026 menghadapi Sporting Lisbon pada Selasa (4/11/2025). Setelah itu, mereka akan tampil di Derby della Mole melawan Torino pada akhir pekan. Spalletti berharap kemenangan debut ini menjadi awal kebangkitan Juventus di bawah kepemimpinannya.

Editor : Abdul Haris
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Spalletti Ingin Bawa Anak Didiknya ke Juventus, Napoli Terancam Kehilangan Pilar Rp430 Miliar!

57 tahun lalu

Kolo Muani Bisa Kembali ke Juventus, Nyonya Tua Minta Diskon Harga dari PSG

57 tahun lalu

Transfer Emiliano Martinez ke Juventus Gagal? 2 Masalah Jadi Sandungan

57 tahun lalu

Carrick Belum Puas, MU Bidik Pilar Timnas Prancis untuk Perkuat Lini Tengah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal