BUENOS AIRES, iNews.id – Helenio Herrera yang memiliki julukan Il Mago atau The Wizard, bukan hanya legenda di Atletico Madrid, Barcelona, dan Inter Milan. Dia juga dikenang sebagai sosok kontroversial yang memadukan kejeniusannya dalam sepak bola dengan metode gelap yang mengejutkan dunia.
Lahir dari orang tua Spanyol di Buenos Aires dan pindah ke Casablanca saat berusia tiga tahun, karier pemain Herrera biasa-biasa saja. Namun di bangku pelatih, dia menjadi revolusioner. Herrera memperkenalkan disiplin ekstrem, latihan keras, dan strategi yang menakutkan lawan.
Menurut biografi Richard Fitzpatrick, HH: Helenio Herrera — Football’s Original Master of the Dark Arts, Herrera menjalankan dunia sepak bola dengan cara yang jauh melampaui standar normal: psikologis, kekerasan, hingga penggunaan obat peningkat performa.
Dia sangat obses dengan ketangguhan mental. Herrera menerapkan diet ketat dan latihan tanpa kompromi, dengan pemain terkunci di hotel selama berhari-hari hanya dikelilingi lapangan sepak bola. Mantan striker Inggris, Gerry Hitchens, menyebut kamp latihan Herrera “seperti keluar dari tentara yang kejam”.
Di Atletico, Barcelona, dan Inter Milan, Herrera mencetak rekor impresif. Di Barcelona, timnya menumbangkan Real Madrid dan meraih lima gelar dalam dua tahun. Ketika pindah ke Inter pada 1960, dia menyempurnakan gaya Catenaccio, formasi 5-3-2 dengan empat bek marker dan satu sweeper, membuat timnya menakutkan di Serie A dan Eropa.
Inter di bawah Herrera memenangkan tiga Scudetto, dua Piala Eropa berturut-turut (1964-1965), dan Coppa Italia. Namun intensitasnya tidak berhenti di lapangan.