Tak hanya itu, insiden tak biasa juga terjadi ketika ball boy Maroko mencoba merebut handuk yang digunakan kiper Senegal, Edouard Mendy. Aksi tersebut diduga sebagai upaya mengganggu konsentrasi sang penjaga gawang.
Pada sidang disiplin Januari lalu, CAF sebenarnya sudah menjatuhkan denda lebih dari 1 juta dolar AS serta sanksi larangan bertanding untuk pemain dan ofisial dari kedua tim. Namun saat itu, hasil pertandingan tetap dipertahankan.
Perubahan drastis baru terjadi setelah proses banding selesai. CAF akhirnya mengambil langkah tegas dengan membatalkan hasil laga dan memberikan kemenangan kepada Maroko.
Kasus ini belum sepenuhnya berakhir. Sengketa tersebut masih berpotensi dibawa ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) untuk proses banding lanjutan, yang bisa kembali mengubah arah polemik besar dalam sepak bola Afrika ini.