Perubahan terjadi saat dia bermain di Angola dan berada dalam satu tim dengan kiper lain bernama Josimar. Untuk menghindari kebingungan, dia memutuskan menghidupkan kembali julukan masa kecilnya.
Sejak saat itu, Vozinha bukan sekadar cerita keluarga, melainkan identitas resmi di dunia sepak bola profesional.
Sebelum menjadi pahlawan Piala Dunia, dia membangun karier panjang di berbagai liga Eropa. Dia pernah membela Zimbru Chișinău di Moldova, AEL Limassol di Siprus, AS Trenčín di Slovakia, Gil Vicente di Portugal, hingga CD Chaves.
Pada 2024, dia bergabung dengan klub Portugal tersebut untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Hugo Souza. Usia tak menghentikan langkahnya, justru memperkaya pengalaman dan kepemimpinan di bawah mistar.
Kini, pada usia 40 tahun, Vozinha menorehkan salah satu bab paling bersejarah bagi sepak bola Cape Verde. Penampilannya melawan Spanyol memastikan satu poin pertama di Piala Dunia dan menempatkan namanya dalam catatan emas turnamen.