Shakhtar mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-33 lewat aksi individu Eguinaldo. Penyerang asal Brasil itu menerima bola di depan kotak penalti, memutar badan, lalu melepaskan tembakan keras ke sudut kiri atas gawang Crystal Palace.
Crystal Palace kembali unggul pada menit ke-52 melalui Ismaila Sarr. Penyerang asal Senegal itu mencocor bola dari jarak dekat setelah menerima umpan Tyrick Mitchell. Gol tersebut menjadi gol keenam Sarr dalam lima laga terakhir Conference League dan menjadikannya top skor kompetisi dengan sembilan gol.
Pelatih Shakhtar, Arda Turan, mencoba mengubah permainan lewat pergantian pemain ganda. Namun Crystal Palace tetap tampil dominan dan terus menekan lini belakang wakil Ukraina tersebut.
Hasil ini membuat Crystal Palace lolos ke final Eropa pertama sepanjang sejarah klub. Tim asuhan Oliver Glasner itu akan menghadapi Rayo Vallecano di final yang berlangsung di Leipzig. Palace kini berpeluang meraih trofi besar kedua dalam 120 tahun sejarah profesional klub.
Di semifinal lain, Rayo Vallecano juga mencetak sejarah setelah menyingkirkan Strasbourg dengan kemenangan 1-0 di Stade de la Meinau. Klub asal Spanyol itu lolos ke final Conference League dengan agregat 2-0.