Kaishu Sano yang mencetak gol pembuka juga merasa sangat terpukul. Dia percaya Jepang sebenarnya punya kemampuan untuk melaju lebih jauh.
“Hasil adalah segalanya. Saya benar-benar berpikir kami punya kemampuan untuk melangkah lebih jauh, jadi saya merasa sangat terpukul,” kata Sano.
Kiper Jepang, Zion Suzuki, menyampaikan hal senada. Dia menilai gol Brasil seharusnya bisa dicegah, tetapi pengalaman pahit ini akan dijadikan pelajaran untuk Piala Dunia berikutnya.
“Gol itu seharusnya tidak terjadi, tetapi kami akan menggunakan pengalaman ini sebagai bahan bakar, dan kami akan membawanya ke Piala Dunia berikutnya,” kata Suzuki kepada FIFA.
Duel melawan Brasil ini menjadi pertemuan kedua Jepang dengan Selecao di Piala Dunia. Sebelumnya, kedua tim bertemu pada edisi 2006 di Jerman, ketika Jepang kalah telak 1-4.
Dua dekade kemudian, Jepang menunjukkan perkembangan besar. Mereka mampu membuat Brasil kerepotan hingga menit-menit akhir, bahkan sempat berada di posisi unggul sebelum akhirnya tumbang.