Respons Saka soal Rasisme usai Gagal Penalti di Final Euro 2020: Saya Benar-Benar Kecewa

Andika Rachmansyah
Bukayo Saka (nomor 25) akhirnya buka suara soal kegagalannya mengeksekusi penalti di final Euro 2020. Dia kecewa dengan aksi rasis pendukung Inggris.. (foto: Reuters)

Setelah beberapa hari berlalu, kini pemain berusia 19 tahun itu buka suara melalui akun media sosialnya. Dia mengaku menghindari diri dari media sosial dalam beberapa hari terakhir. Dia juga mengaku kecewa atas kekalahan yang Inggris terima. 

“Tidak ada kata-kata untuk memberitahu Anda betapa kecewanya saya dengan hasil dan penalti saya. Saya benar-benar percaya kami akan memenangkan ini untuk Anda,” kata Saka, dilansir dari Sportsmole, Jumat (16/7/2021).

"Saya minta maaf karena kami tidak dapat membawanya pulang untuk Anda tahun ini, tetapi saya berjanji kepada Anda bahwa kami akan memberikan semua yang kami miliki untuk memastikan generasi ini tahu bagaimana rasanya menang,” ujarnya.

Saka mengaku kecewa dan mengecam segala bentuk rasisme yang diterima para pemain Inggris usai final Euro 2020. Menurutnya, sudah sepantasnya pelaku rasis dihukum agar tidak terjadi di lain hari.

"Tidak ada tempat untuk rasisme atau kebencian dalam bentuk apa pun di sepak bola atau di lingkungan masyarakat mana pun dan bagi mayoritas orang yang berkumpul untuk memanggil orang-orang yang mengirim pesan ini, dengan mengambil tindakan dan melaporkan komentar ini ke polisi dan dengan menghilangkan kebencian dengan bersikap baik satu sama lain, kita akan menang,” katanya.

Selain itu, Saka juga berterima kasih kepada semua orang yang telah mendukungnya. Dia memastkan bahwa dirinya baik-baik saja. 

"Untuk mereka yang telah memberi dukungan kepada saya dan mengirimi saya surat yang tulus, mendoakan. Saya dan keluarga saya baik-baik saja, saya sangat berterima kasih,” ucap Saka.

Editor : Ibnu Hariyanto
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Ditahan Ghana, Inggris Terancam Jumpa Portugal di 32 Besar Piala Dunia 2026

57 tahun lalu

Hasil Piala Dunia 2026: Inggris Tumpul, Ghana Curi 1 Poin Berharga

57 tahun lalu

Panas! 1 Pemain Muslim Inggris Tolak Jabat Tangan Bintang Ghana Thomas Partey

57 tahun lalu

Antonio Conte Kandidat Terkuat Pelatih Timnas Italia, Masalah Gaji Jadi Penghalang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal