“Tapi kalau kadang itu dari analisis atau opini yang nonton doang, kadang saya mikir, oh, mungkin mereka benar. Tapi juga seringnya. Ya orang bebas punya opini,” ujarnya.
Haye menganggap kritik bagian yang tak bisa dipisahkan dari sepak bola. Baginya, komentar negatif kadang bisa menjadi pelajaran, kadang juga tidak terlalu penting untuk ditanggapi. Dengan sikap santai, dia memilih menyaring setiap kritik agar tidak mengganggu fokusnya di lapangan.
Menurutnya, evaluasi internal lebih penting dibanding sekadar mendengar kritik dari luar.
“Kadang kalau dapat kritik ya kita obrolin, misalnya waktu hasilnya jelek, kadang bukan soal kritiknya saja, tapi kita sendiri ingin buktikan lagi di game berikutnya,” kata Haye.
Dia juga menegaskan bahwa jawaban terbaik atas kritik adalah penampilan di lapangan.