Ferry menjelaskan banyaknya agenda di bulan Mei menjadi pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan.
"Seperti diketahui bahwa bulan Mei adalah bulan yang banyak sekali agenda-agenda yang tentunya dikhawatirkan menimbulkan hal-hal yang di luar daripada kewenangan atau keinginan dari aspek sepak bola itu sendiri," kata Ferry kepada wartawan.
Selain Jakarta, sejumlah stadion lain di Pulau Jawa juga dinilai belum siap untuk menggelar pertandingan dengan risiko tinggi seperti Persija melawan Persib.
"Nah, oleh karena itu karena di Jakarta ini adalah kota metropolitan, beberapa tempat kita carikan solusi, karena itu menjadi kewenangan daripada liga, di Jawa, di stadion-stadion yang lain, tetapi memang situasinya juga masih belum terlalu eee baik untuk digelar," sambung dia.
Pihak liga memilih tidak mengambil risiko dengan tetap memaksakan pertandingan di wilayah Jawa.