Rivola berharap Bagnaia bisa cepat beradaptasi dengan karakter motor Aprilia. Dia menilai kualitas teknis, kecerdasan balap, dan etos kerja Bagnaia akan mempercepat proses pengembangan motor untuk menghadapi era kompetisi MotoGP yang semakin ketat.
“Kedatangan Bagnaia merupakan konfirmasi atas nilai olahraga Italia, yang dalam beberapa bulan terakhir telah menonjol di panggung dunia berkat prestasi Kimi Antonelli di Formula 1, Jannik Sinner di tenis, dan Federica Brignone di Olimpiade Musim Dingin Milano Cortina 2026,” katanya.
“Itulah mengapa menyambut Pecco membuat kami bangga dan memberikan dorongan lebih lanjut bagi olahraga Italia di kancah internasional,” tambah Rivola, menegaskan dimensi nasional dari transfer besar ini.
Bagnaia datang ke Aprilia dengan status pembalap elite MotoGP. Dia tercatat dua kali menjadi juara dunia MotoGP pada musim 2022 dan 2023, sebuah pencapaian yang membuat Aprilia yakin telah merekrut sosok pemimpin di lintasan.
“Kami akan menyambutnya dan keluarganya dengan hangat. Memiliki juara dunia berkali-kali adalah tanggung jawab yang sangat ingin kami emban,” ujar Rivola.
Keputusan Francesco Bagnaia meninggalkan Ducati Lenovo sekaligus memilih Aprilia diyakini akan menjadi salah satu transfer paling menentukan dalam sejarah MotoGP modern.
Periode 2027–2030 kini dipandang sebagai fase krusial bagi Aprilia untuk menantang dominasi tim-tim besar dan mengangkat kembali kejayaan Italia di kelas utama MotoGP.