Meski dominan di Spanyol, Barcelona masih kesulitan di kompetisi Eropa. Musim lalu mereka tersingkir dari semifinal Liga Champions usai kalah dari Inter Milan. Sementara musim ini langkah mereka dihentikan Atletico Madrid pada babak perempat final.
Perjalanan Barcelona menuju gelar LaLiga musim ini juga tidak selalu mulus. Setelah kalah dari Real Madrid di Bernabeu pada Oktober, mereka sempat tertinggal lima poin dari rival abadinya tersebut.
Barcelona kemudian bangkit pada Desember setelah Madrid hanya menang sekali dalam lima pertandingan liga. Situasi itu membuat Blaugrana mengambil alih puncak klasemen dengan keunggulan empat poin.
Persaingan sempat kembali memanas saat Barcelona kalah dari Real Sociedad pada Januari dan Girona pada Februari. Madrid memanfaatkan situasi tersebut lewat delapan kemenangan beruntun untuk kembali memimpin klasemen.
Namun performa Madrid kembali menurun setelah kalah dari Osasuna, Getafe, dan Mallorca serta bermain imbang melawan Girona. Barcelona langsung memanfaatkan momentum dan membuka jarak sembilan poin yang akhirnya tidak mampu dikejar rivalnya itu.
Kemenangan beruntun Barcelona atas Osasuna pekan lalu sempat membuat mereka unggul 14 poin. Madrid memang sempat memangkas jarak menjadi 11 poin usai menang atas Espanyol, tetapi Barcelona akhirnya memastikan gelar lewat kemenangan prestisius di El Clásico.
Musim ini juga menjadi musim kedua secara beruntun Real Madrid gagal meraih satu pun trofi di semua kompetisi.