LONDON, iNews.id – Chelsea mencatat kerugian terbesar dalam sejarah Premier League meski meraih kesuksesan di lapangan. Klub asal London itu mengalami defisit lebih dari 300 juta euro atau sekitar Rp5,96 triliun.
Dilansir dari AS, angka tersebut melampaui rekor sebelumnya yang dipegang Manchester City. Klub tersebut sempat mencatat kerugian sekitar 205 juta euro atau setara Rp4,07 triliun pada 2011.
Situasi ini terjadi setelah Chelsea menjalani musim yang sebenarnya cukup sukses. Mereka berhasil menjuarai UEFA Europa Conference League 2024-2025 dan finis di posisi keempat Premier League.
Hasil tersebut membuat Chelsea lolos ke Liga Champions musim berikutnya. Selain itu, klub juga mencatat pendapatan lebih dari 560 juta euro atau sekitar Rp11,12 triliun.
Namun, tingginya pemasukan tidak mampu menutup beban pengeluaran. Akibatnya, laporan keuangan tetap menunjukkan kerugian besar.