Situasi tersebut memicu ketegangan besar di dalam skuad. Hubungan antarpemain disebut memburuk hingga muncul konflik internal saat memasuki Mei 2026.
Banyak suporter mulai menuding Mbappe sebagai pusat masalah, terutama karena dia belum mampu menghadirkan trofi besar sejak bergabung dengan Real Madrid pada 2024.
Sorotan terhadap Mbappe juga dikaitkan dengan masa lalunya di Paris Saint-Germain. Setelah kepergiannya, PSG justru berhasil meraih Liga Champions pertama dalam sejarah klub dan kembali menembus final musim ini.
Kritik paling keras datang dari Jorge D'Alessandro dalam program El Chiringuito. Mantan pelatih asal Argentina itu mempertanyakan kecocokan Mbappe dengan para pemain bintang.
“Siapa pemain yang harus bermain bersama Mbappe? Saya ragu itu Vinicius. Tidak berhasil dengan Lionel Messi, tidak berhasil dengan Neymar, tidak berhasil dengan Ousmane Dembele. Dia sebenarnya cocok bermain dengan siapa? Apa yang dia butuhkan?” kata D'Alessandro.