Jika laga berakhir imbang, Indonesia justru kehilangan -1,04 poin. Situasi lebih buruk terjadi jika kalah, karena Skuad Garuda harus merelakan -6,04 poin dari total yang dimiliki.
Sistem FIFA memang memberi penalti lebih besar kepada tim dengan peringkat lebih tinggi jika gagal mengalahkan lawan yang berada jauh di bawahnya. Kondisi ini membuat status unggulan tidak selalu menguntungkan.
Di sisi lain, Saint Kitts and Nevis justru berada dalam posisi tanpa tekanan. Jika menang, mereka berpotensi meraih tambahan besar sebesar +6,04 poin.
Jika kalah, kerugian mereka hanya -3,96 poin. Perbedaan ini menunjukkan ketimpangan risiko yang cukup signifikan bagi kedua tim.
Walau bobot FIFA Series hanya 10, lebih kecil dibanding Kualifikasi Piala Dunia dengan bobot 25, hasil tetap penting bagi Timnas Indonesia. Pelatih John Herdman melihat laga ini sebagai kesempatan menambah poin.