Andhika mengakui intensitas latihan di bulan puasa tidak bisa disamakan dengan bulan biasa. Penyesuaian dilakukan demi menjaga kondisi fisik pemain.
"Di bulan puasa juga tidak memungkinkan latihan dengan intensitas tinggi, kecuali kalau latihan malam seperti tahun-tahun sebelumnya," tambahnya.
Meski demikian, dia menilai situasi tersebut bukan hal baru bagi para pemain. Pengalaman menjalani latihan saat Ramadhan pada musim-musim sebelumnya menjadi modal penting.
"Jadi, insyaallah kami sudah terbiasa menjalani itu saat Ramadan," katanya.
Persebaya kini mengalihkan fokus ke laga berikutnya melawan Persijap Jepara. Pertandingan tersebut akan berlangsung di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Sabtu (21/2/2026).
Laga tandang itu menjadi momentum penting bagi Bajul Ijo untuk membuktikan kebangkitan. Puasa bukan penghalang, melainkan tantangan yang harus dilewati demi menjaga peluang bersaing di Super League 2025-2026.