Kedua, pengembangan kurikulum Filanesia yang merupakan singkatan dari filosofi sepak bola Indonesia. Menurutnya kurikulum yang lahir empat tahun lalu itu harus di-upgrade dengan yang baru.
Untuk itu, bulan depan PSSI berencana mengundang berbagai pakar, mantan pemain, pelatih, wartawan senior serta Kemenpora untuk rembug bareng membahas kurikulum Filanesia tersebut.
"Kurikulum sepak bola untuk suatu negara harus lahir dari banyak pendapat dan ide, tidak bisa lahir dari dua tiga orang. Saya minta support dari Kemenpora, kita akan upgrade Filanesia. Kita susun programnya dan Insyallah bulan September ini kita akan lakukan," imbuh Indra.
Ketiga, pengembangan pelatih. Pasalnya, jumlah pelatih di Indonesia sangat minim cuma 6.000 orang, sedangkan di Jepang mencapai sebanyak 70 ribu pelatih.
"Jepang pelatih profesional atau A Pro-nya lebih dari 1.000, kita baru 21 orang. Itu yang harus diperbaiki," ujarnya.