Situasi ini bukan kali pertama bagi PSM. Sepanjang musim 2025/2026, klub kebanggaan Sulawesi Selatan itu sudah enam kali menerima sanksi banned FIFA. Catatan ini dimulai sejak sanksi pertama yang dijatuhkan pada 8 Oktober 2025, lalu berulang hingga akhir musim.
Rentetan masalah di luar lapangan turut berpengaruh pada performa tim. PSM mengakhiri musim 2025/2026 di posisi ke-11 klasemen, hasil yang jauh dari target dan tradisi kompetitif mereka di papan atas.
PSM hanya mampu mengoleksi 45 poin sepanjang musim. Raihan tersebut berasal dari 11 kemenangan, 12 hasil imbang, dan 11 kekalahan, statistik yang mencerminkan inkonsistensi performa Juku Eja.
Sebagai perbandingan, pada musim sebelumnya PSM masih mampu finis di posisi kelima dengan 53 poin. Penurunan signifikan ini mempertegas tekanan ganda yang dihadapi klub, baik di dalam maupun luar lapangan.
Kini, PSM berada di persimpangan krusial. Penyelesaian cepat masalah finansial menjadi kunci, jika dia ingin keluar dari jerat sanksi FIFA dan menyelamatkan masa depan tim menjelang musim baru.