Sayangnya, kariernya bersama Macan Kemayoran ternyata tak seperti yang diharapkan. Meski bermain apik, carut marut sepak bola Indonesia saat itu sangat berdampak pada Adam Alis.
Pasalnya, liga sempat berhenti sementara karena PSSI dibekukan oleh FIFA dan membuat nasib para pemain terkatung-katung. Hal itu ditambah dengan gaji Adam Alis yang nunggak selama di Persija.
Beruntung, Adam Alis langsung mendapat tawaran untuk bermain di Liga Bahrain. Dia dikontrak oleh klub East Riffa FC saat berusia 21 tahun pada 2015. Akan tetapi, karier Adam Alis di Bahrain tidak lama karena terpaksa harus dilepas East Riffa FC akibat adanya surplus pemain. Sampai didepak pada awal tahun 2016, total ia hanya bermain sebanyak 6 kali saja.
Setelah kembali ke Indonesia, Adam Alis kemudian langsung bergabung dengan Barito Putera. Saat itu, ia bermain di kompetisi temporer pengisi kekosongan liga yaitu ISC A.
Pada akhir 2016, ia kemudian bergabung dengan Arema. Bersama Singo Edan, Adam Alis bermain gemilang dan dimainkan sebanyak 31 kali di gelaran Liga 1 2017.
Lagi-lagi karena persoalan gaji yang tersendat, Adam Alis terpaksa harus menerima tawaran Sriwijaya FC di Liga 1 2018.
Namun baru setengah putaran liga berjalan, Adam Alis sudah direkrut oleh Bhayangkara FC dan menjadi gelandang andalan hingga saat ini. Di Liga 1 Indonesia 2021 - 2022, Adam Alis Setyano cukup produktif dengan menorehkan 4 gol dan 5 assist dalam 25 pertandingan.