Fary menjelaskan pemain yang diberangkatkan adalah anak jalanan, kelompok marginal dan harus amatir berusia 14-17 tahun. Dukungan untuk kepergian tim ini sejalan dengan Yayasan Akademi Nusantara Bersatu yang memiliki blue print “Nusantara Way” untuk sepak bola Indonesia bisa tampil di Piala Dunia pada 2030.
Dalam blue print ini, Yayasan Akademi Nusantara Bersatu akan memberikan kesempatan bagi talenta muda Indonesia untuk bisa berlatih sepak bola secara modern, membangun karakter pemain, dan membangun sepak bola nasional yang dikaitkan dengan kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Tujuan sepak bola jalanan ini salah satunya membangun karakter anak-anak kita. Ini sejalan dengan salah satu tujuan dari Nusantara Way, yaitu pembangunan karakter. Untuk itu kami memberikan dukungan penuh kepada Tim Putri Garuda Baru yang akan berlaga di Doha,” ujar Fary.
“Ini adalah kesempatan bagi anak-anak kita untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya,” lanjutnya.
Manager Tim Putri Garuda Baru Jessica Hutting mengatakan debut tim Garuda Baru dimulai saat Piala Dunia Anak Jalanan di Rio de Jeneiro, Brazil tahun 2014. Saat itu Indonesia mengirim tim putra dan putri. Kemudian berlanjut di Piala Dunia Anak Jalanan di Moskow, Rusia tahun 2018.