Teguh mengatakan, Solo sebagai sport city harus ramah kepada semua tim dan cabang olahraga apapun. Kericuhan suporter juga harus dihindari.
Teguh juga meminta agar PSS Sleman dan suporternya menganggap Stadion Manahan Solo seperti rumah mereka sendiri dengan menjaga kondusivitas serta menaati aturan. Seperti diketahui, Indonesia masih terkena sanksi FIFA setelah Tragedi Kanjuruhan.
"Saya yakin kekhawatiran kita tidak boleh stagnan. Khawatir boleh tetapi Liga tetap harus jalan. Apapun dari risikonya ini bagian dari pembelajaran semua. Kalau sudah 3 laga jadi home kasusnya sama apalagi meningkat, diberhentikan saja," ujar Teguh.