"Kekompakan tidak terbentuk dalam satu atau dua hari. Kami harus membangunnya setiap hari, baik saat latihan maupun di luar lapangan. Jika hubungan antarpemain kuat, maka itu akan sangat membantu tim ketika menghadapi situasi sulit selama kompetisi," ujar Rian.
Sebagai putra mendiang legenda Persebaya, Bejo Sugiantoro, Rian mengaku memahami betul nilai-nilai yang melekat pada klub kebanggaan Kota Surabaya tersebut. Dia merasa memiliki tanggung jawab mengenalkan kultur Persebaya kepada seluruh pemain baru.
Menurut Rian, mengenal karakter klub serta memahami besarnya dukungan Bonek dan Bonita menjadi bagian penting dalam proses adaptasi. Dia berharap seluruh anggota skuad mampu memberikan kontribusi maksimal sepanjang musim.
"Persebaya memiliki kultur yang sangat kuat dan berbeda. Saya ingin membantu teman-teman yang baru bergabung agar bisa memahami apa arti klub ini, bagaimana dukungan suporternya, dan seperti apa tanggung jawab ketika mengenakan jersey Persebaya. Semoga kami semua bisa memberikan yang terbaik untuk klub dan masyarakat Surabaya," tutup gelandang berusia 26 tahun tersebut.