“Kekalahan dari Arab Saudi dan Irak adalah pelajaran pahit, namun juga pengingat betapa tinggi mimpi yang kita bersama-sama gantungkan. Sebagai pelatih kepala, saya bertanggung jawab penuh,” tambahnya.
Kluivert juga menegaskan bahwa meskipun tim gagal mencapai target utama, seluruh elemen—pemain dan staf—telah bekerja keras dan menunjukkan dedikasi maksimal. Menurutnya, perjalanan ini sudah menetapkan standar baru yang dapat dibangun ke depan.
“Kami telah memberikan segalanya dengan hati, dengan disiplin, dan dengan kebersamaan. Setiap hari, tim ini bekerja untuk tumbuh, belajar, dan mewakili Indonesia dengan rasa bangga. Kita memang tidak berhasil mencapai Piala Dunia 2026, tetapi kita telah menetapkan standar baru, yang bisa kita bangun dengan penuh keyakinan,” ucapnya.
Lebih lanjut, Kluivert menegaskan bahwa usaha menyatukan para pemain dari dalam dan luar negeri telah dijalankan dengan kerja keras, dibantu staf yang solid dan kompak.
“Kami telah bekerja tanpa lelah untuk menyatukan pemain-pemain dari tanah air dan luar negeri menjadi satu keluarga, dengan dukungan staf saya yang selalu berdiri dengan satu hati dan satu suara,” tambahnya.