“Saya juga jujur dengan apa yang saya rasakan. Mereka memberikan masukan, advice, dan kami saling bekerja sama. Itu yang membuat gelar ini terasa lebih berat, tapi juga lebih membanggakan,” ujarnya.
Dengan gelar Korea Open 2025, Jonatan membuktikan bahwa dirinya bisa tetap bersinar di luar pelatnas. Status profesional bukan penghalang, melainkan pintu baru untuk menemukan cara terbaik dalam berkarier. Gelar ini juga sekaligus menjadi penanda bahwa Jojo masih termasuk dalam jajaran elite tunggal putra dunia.
Setelah sukses di Korea, Jonatan tidak berlama-lama beristirahat. Pekan ini dia akan kembali tampil di BDMNTN-XL 2025, ajang bertajuk fun match yang digelar di Istora Senayan pada 2–5 Oktober 2025. Bagi publik Indonesia, momen ini tentu menjadi kesempatan emas untuk kembali menyaksikan Jojo beraksi di kandang sendiri dengan kepercayaan diri yang semakin tinggi.