Penentuan peringkat dalam liga mini tetap mengikuti urutan ketat. Penilaian dimulai dari poin, lalu selisih gol liga mini, selisih gol keseluruhan, jumlah gol, hingga undian jika seluruh variabel sama.
Milan mengoleksi 70 poin. Dalam perbandingan langsung, Milan kalah dari Juventus, unggul atas Roma, serta unggul atas Como. Jika Milan imbang poin dengan Juventus dan Roma, Juventus berada di posisi teratas, disusul Milan dan Roma. Jika bersama Juventus dan Como, Como unggul, diikuti Milan, lalu Juventus.
Roma juga berada di angka 70 poin. Roma kalah head to head dari Juventus, Milan, dan Como. Dalam kombinasi dengan Juventus dan Milan, Roma selalu berada di posisi terbawah. Jika Roma bersama Milan dan Como, urutannya Milan, Roma, lalu Como.
Como mengoleksi 68 poin dan menjadi kuda hitam. Tim ini unggul atas Juventus, kalah dari Milan, dan unggul atas Roma berkat selisih gol keseluruhan. Jika Como sejajar dengan Juventus dan Milan, Como memimpin klasemen mini, disusul Milan dan Juventus.
Juventus juga memiliki 68 poin. Juventus unggul atas Milan dan Roma, namun kalah dari Como. Dalam kombinasi tiga tim, Juventus kerap terlempar jika harus bersaing dengan Como dan Milan sekaligus.
Dengan skenario sekompleks ini, satu gol atau satu hasil imbang bisa mengubah peta Liga Champions secara drastis. Laga pamungkas Serie A musim ini bukan sekadar pertandingan terakhir, melainkan malam penentuan nasib empat raksasa Italia.