VANCOUVER, iNews.id – Presiden FIFAGianni Infantino mengusulkan aturan baru untuk menindak komentar rasis yang dilakukan pemain saat pertandingan, menyusul insiden Gianluca Prestianni terhadap Vinicius Junior.
Insiden terjadi saat leg pertama Benfica melawan Real Madrid di Estadio da Luz, ketika Vinicius Junior menuduh Prestianni melakukan pelecehan diskriminatif. Prestianni terlihat mendekati Vinicius sambil menutup mulutnya, meski dia membantah melakukan komentar rasis.
UEFA kemudian membuka investigasi resmi, dan Jose Mourinho, pelatih Benfica, menegaskan karier Prestianni di klub bisa berakhir jika terbukti bersalah.
Infantino menyoroti praktik menutupi mulut saat berbicara di lapangan yang kerap dilakukan pemain untuk menghindari kamera. Menurutnya, kebiasaan ini kini menjadi masalah serius karena memungkinkan pemain menyampaikan komentar kontroversial tanpa terdeteksi.
Dalam pertemuan International Football Association Board pada Sabtu, Infantino mengusulkan pendekatan lebih intervensif, dengan sanksi tegas terhadap pemain yang menutupi mulut untuk menyembunyikan ucapannya.